Tadi aku baca buku Plant Virus in Asia karangannya Muraya, Daiki., Haro Om Agrawal, Tadao Inoue, Ikuo Kimura, Eishiro Shikata, Keiichi Tomatu, Tsuneo Tsuchizaki, Triharso terbitan Gadjah Mada University Press tahun 1998
Disana aku tahu kalau
Tobacco mosaic virus (Tobamovirus) itu Di Deli (Sumatera Utara) dikenal dengan nama Peh-sin, Rontok atau Brontong di Jawa Tengah, Ginye di Besuki (Jawa Barat).
dan di Jepang oleh K Tomaru, pertama kali virus diisolasi pada tembakau oleh Meyer (1886), Beijerinck (1898), Daikuhara (1902), Fukushi (1929).
Gejala penyakit vein clearing, vein banding, mosaic, daun mengalami disortasi dan kadang-kadang bercak nekrotik pada daun bagian bawah. Pertumbuhan yang terlambat.
Inang di alam tembakau, tomat, cabai (Capsisum annum), bunga petunia, plantago, wasabi (Eutrema wasabi Maxim ), yachiinugarashi (Nastrium indicum), baam, Solanum colorinence, Physalis alkekengi, dan strawberry. Virus mempunyai kisaran inang yang luas pada Solanaceae, Compositae, Cucurbitaceae, Leguminosae, dan lain-lain.
Titik termal inaktifasi di Jepang adalah 88-93ºC.Titik pengenceran 10-6-10-7.Umur penyimpanan secara invitro lebih dari satu tahun. Tapi di Filifina, virus ini memiliki titik inaktifasi 95ºC, titil pengenceran 10-9. Lama penyimpanan secara invitro 50 tahun.
Jika diamati dengan menggunakan mikroskop electron, partikel virus berbentuk batang dengan ukuran 300 x 18nm.. badan inklusi berbentuk Kristal dan anamorf dapat diamati di sitoplama pada jaringan yang terinfeksi. Nukleid acid merupakan single stranded RNA, MW 2x 106 dan 5% dari berat partikel. Berat partikel protein adalah 17.5x 103
Tidak ada komentar:
Posting Komentar