Berdasarklan SK Mentan No. 38 tahun 2006 yang diterbitkan tanggal 26 Januari 2006, tanaman Lilium sp. asal Belanda merupakan salah satu media pembawa Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV). Di Indonesia, Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV) merupakan virus Kategori A1 karena belum terdapat di Indonesia. Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV) pertama kali dilaporkan pada tahun 1964 pada tanaman Fragaria ananassa ( Strawberry) di Scotland ( Lister, 1964 cit Anonim, 1999) dan menyerang banyak sekali tanaman. Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV) sudah menyebar di berbagai negara di Eropa dan salah satunya adalah Belanda. Partikel virus SLRSV berbentuk isometrik dan berdiameter 34nm. Virus mengandung ssRNA. SLRSV dapat ditularkan secara mekanik. Selain itu, SLRSV dapat ditularkan melalui vektor yaitu nematoda Xiphinema diversicaudatum.
Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV) diketahui memiliki kirasan inang yang luas. Schmelzer (1969) cit Anonim (1999) melaporkan bahwa SLRSV menyerang 126 spesies tanaman dari 27 famili tanaman. Gejala yang ditimbulkan pada tiap tanaman berbeda-beda dan menimbulkan gejala sistemik. Pada tanaman anggur hybrid rootstock 106/8, SLRSV menimbulkan gejala bercak-bercak klorotik, tidak simetris, dan malformasi pada daun (Credi et al., 1981 cit Anonim 1999). Pada beberapa kultivar di Itali(Marte et al., 1986 cit Anonim 1999) dan Portugal (Henriques et al., 1992 cit Anonim 1999), SLRSV menyebabkan malformasi pada daun dan buah, sedangkan pada kultivar yang lain menimbulkan gejala sistemik. Sedangkan pada Robinia pseudoacacia menyebabkan gejala mosaik.
Serangan Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV) dapat menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas tanaman. Penurunan tersebut akan mempengaruhi nilai jual dari hasil tanaman. Di Indonesia, belum terdapat SLRSV sehingga perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mencegah masuknya SLRSV ke Indonesia. Hal ini dikarenakan, jika SLSRV masuk ke Indonesia maka akan mengancam pertanian Indonesia. Tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan tindakan karantina tehadap semua pemasukan dari luar negeri terhadap media pembawa SLRSV.
Daftar Pustaka
CAB International, 1999. Crop Protection Compendium. Wallingford, UK: CAB International.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar