PARADISA

WELCOME TO PARADISA NETWORK

Kami merupakan Media Saring berbagai ilmu yang tentunya bermanfaat bagi kita semua


Laman

Kamis, 22 Januari 2009

Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV)

Berdasarklan SK Mentan No. 38 tahun 2006 yang diterbitkan tanggal 26 Januari 2006, tanaman Lilium sp. asal Belanda merupakan salah satu media pembawa Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV). Di Indonesia, Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV) merupakan virus Kategori A1 karena belum terdapat di Indonesia. Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV) pertama kali dilaporkan pada tahun 1964 pada tanaman Fragaria ananassa ( Strawberry) di Scotland ( Lister, 1964 cit Anonim, 1999) dan menyerang banyak sekali tanaman. Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV) sudah menyebar di berbagai negara di Eropa dan salah satunya adalah Belanda. Partikel virus SLRSV berbentuk isometrik dan berdiameter 34nm. Virus mengandung ssRNA. SLRSV dapat ditularkan secara mekanik. Selain itu, SLRSV dapat ditularkan melalui vektor yaitu nematoda Xiphinema diversicaudatum.

Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV) diketahui memiliki kirasan inang yang luas. Schmelzer (1969) cit Anonim (1999) melaporkan bahwa SLRSV menyerang 126 spesies tanaman dari 27 famili tanaman. Gejala yang ditimbulkan pada tiap tanaman berbeda-beda dan menimbulkan gejala sistemik. Pada tanaman anggur hybrid rootstock 106/8, SLRSV menimbulkan gejala bercak-bercak klorotik, tidak simetris, dan malformasi pada daun (Credi et al., 1981 cit Anonim 1999). Pada beberapa kultivar di Itali(Marte et al., 1986 cit Anonim 1999) dan Portugal (Henriques et al., 1992 cit Anonim 1999), SLRSV menyebabkan malformasi pada daun dan buah, sedangkan pada kultivar yang lain menimbulkan gejala sistemik. Sedangkan pada Robinia pseudoacacia menyebabkan gejala mosaik.

Serangan Strawberry latent ring spot nepovirus (SLRSV) dapat menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas tanaman. Penurunan tersebut akan mempengaruhi nilai jual dari hasil tanaman. Di Indonesia, belum terdapat SLRSV sehingga perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mencegah masuknya SLRSV ke Indonesia. Hal ini dikarenakan, jika SLSRV masuk ke Indonesia maka akan mengancam pertanian Indonesia. Tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan tindakan karantina tehadap semua pemasukan dari luar negeri terhadap media pembawa SLRSV.


Daftar Pustaka

CAB International, 1999. Crop Protection Compendium. Wallingford, UK: CAB International.

Bentuk dan Jenis Dokumen Tindakan Karantina Tumbuhan

Bentuk dan jenis dokumen tindakan karantina tumbuhan menurut Keputusan Menteri Pertanian No.103/Kpts/HK.060/m/2/2004 meliputi :

1. Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan Luar Negeri (KT-1)

2. Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan Domestik (Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan Antar area) (KT-2)

3. Phytosanitary Certificate (KT-3)

4. Phytosanitary Certificate for Re-ekspor (KT-4)

5. Sertifikat Karantina Tumbuhan Domestik ( Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area) (KT-5)

6. Sertifikat Karantina Tumbuhan Domestik ( Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Transit Antar Area) (KT-6)

7. Fumigation Certifikate (KT-7)

8. Sertifikat fumigasi (KT-8)

9. Certificate of Desinfestation/Disinfection (KT-9)

10. Sertifikat Perlakuan (KT-10)

11. Laporan Pemasukan/Pengeluaran/Transit Media Pembawa (KT-11)

12. Surat Tugas (KT-12)

13. Laporan Hasil Pemeriksaan Administratif (KT-13)

14. Surat Pemberitahuan Tidak Diperlukan Tindakan Karantina (KT-14)

15. Surat Pemberitahuan Untuk Melengkapi Dokumen Persyaratan Karantina Tumbuhan (KT-15)

16. Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Tindakan Pemeriksaan Fisik/Kesehatan/ Pengasingan dan Pengamatan (KT-16)

17. Surat Keterangan Hasil Pemeriksaaan (Laporan Hasil Pelaksanaan/ Pengawasan Pemeriksaan Fisik/Kesehatan Media Pembawa (KT-17)

18. Laporan Hasil Pemeriksaan/ Pengawasan Pengasingan dan Pengamatan Media Pembawa (KT-18)

19. Surat Keterangan Masuk Karantina (Surat Persetujuan Pelaksanaan Tindakan Karantina Tumbuhan di Luar Tempat Pemasukan/Pengeluaran) (KT-19)

20. Laporan Hasil Pelaksanaan Pengawalan Media Pembawa (KT-20)

21. Berita Utama Serah Terima Media Pembawa (KT-21)

22. Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Tindakan Perlakuan (KT-22)

23. Laporan Hasil Pelaksanaan/ Pengawasan Perlakuan Media Pembawa (KT-23)

24. Surat Penahanan (KT-24)

25. Laporan Hasil Pelaksanaan Penahanan Media Pembawa (KT-25)

26. Surat Penolakan (KT-26)

27. Berita Acara Penolakan (KT-27)

28. Surat Perintah Pemusnahan (KT-28)

29. Berita Acara Pemusnahan (KT-29)

30. Laporan Kedatangan/ Transit Alat Angkut (KT-30)

31. Surat Keterangan Transit Media Pembawa (KT-31)

32. Surat Pemberitahuan Tindakan Karantina Tumbuhan Terhadap Alat Angkut (KT-32)

33. Laporan Pemeriksaan Kapal ( Laporan Hasil Pemeriksaan Alat Angku/ Carrier (Vessel/Aircraft) Inspection Report (KT-33)

34. Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Tindakan Karantina Tumbuhan Terhadap Media Pembawa Di Atas Alat Angkut (KT-34)

35. Surat Pemberitahuan Tidak Diperbolehkan Membongkar Muatan Alat Angkut (KT-35)

36. Surat Izin Membongkar Muatan Alat Angkut (KT-36)

37. Laporan Hasil Pengawasan Bongkar Muat Media Pembawa (KT-37)

38. Laporan Hasil Pelaksanaan/Pengawasan Pelaksanaan Perlakuan Terhadap Alat Angkut (KT-38)

39. Stiker (KT-39)

40. Segel Karantina Tumbuhan (KT-40)

41. Notification of Non Compliance (KT-41)

42. Kuitansi (KT-42)

Rabu, 17 Desember 2008

Sebuah Pertanyaan dari Hati

Seorang anak adalah titipan dari Allah. Karunia terindah yang tiada tara. Lahir dari cinta kasih kedua orang tuanya. Lahir ke dunia tanpa dosa. Tangis, tawa, dan senyumnya begitu lugu dan polos. Menghibur orang-orang yang berada di dekatnya

Tapi, kenapa ada orang tua yang tega meninggalkan anaknya karena apa yang telah mereka perbuat. Tanpa memikirkan masa depan seperti apa yang akan dihadapi oleh anaknya Padahal, anaknya tidak pernah mengerti apa yang telah terjadi. Karena alasan malu harus menanggung aib dari apa yang telah dilakukan, alasan ekonomi, dan sebagainya, seorang anak harus kehilangan kasih dan sayang kedua orang tuanya.

Memang untuk saat ini mereka masih bisa tertawa bercanda dengan teman-teman sebayanya. Akan tetapi mereka masih belum mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya. Beberapa tahun lagi, apa yang akan terjadi saat mereka tahu mereka bukanlah anak yang dikehendaki. Apa yang akan terjadi pada perkembangan jiwa mereka, kita tidak akan pernah tahu.

Minggu, 14 Desember 2008

Makan Malam

Semalam aku keluar makan ma cowok ku plus mama n papanya n adiknya. Ditambah 3 anak angkat mamanya

Makan malamnya di Seafood karena itu makanan kesukaan papa cowok q

Walau sudah sering makan di tempat mertua, tetep aja makan malam bareng ma keluarga mertua bikin deg-degan

Jadi makannya rada-rada jaim gitu, padahal aku suka banget makan Seafood


Kamis, 11 Desember 2008

Pesan Mertua di hari Idul Adha

Assalammualaikum Taqobbalallahu mina waminkum

Saatnya kita berkorban tapi tidak hanya menyembelih hewan korban tetapi juga menyembelih hewan nafsu kita yang sering kita jadikan sandaran sehingga kita terlena pada kehidupan dunia lupa kehidupan akherat

Mohon maaf lahir dan batin


Rendang Ala Mama

Pulang mudik idul adha kemarin dari tempat tante q di Wonosari, aku di suruh bawa 1 kg gram daging sapi. Aku bingung mau dimasak apa. Akhirnya kuputuskan untuk masak rendang karena itu masakan kesukaan adikku yang cowok. Berhubung aku nggak ngerti bumbu dan cara masaknya, aku inisiatf untuk sms mama menanyakan bumbunya. Nah.....ini resep dari mamaku


Bahan :

  • 1Kg gram daging
  • Cabe Besar 15 batang
  • Bawang merah (kalau besar-besar) 10 butir
  • Bawang Putih 4 butir
  • Laos dan Jahe, seukuran jempol kaki
  • Ketumbar
  • Daun Salam
  • Bumbu rendang kering 1 bungkus
  • Gula dan Garam
  • Kelapa 2 butir yang sudah diparut: diambil santan kental (santan perasan pertama) dan santan encer (perasan kedua dan seterusnya bisanya sampai 3x perasan)
Jika tidak ada kelapa parut dapat digunakan santan Kara 200ml : untuk santan kental 1 bungkus Kara 200ml, santan encer 1 bungkus Kara 200 ml yang ditambahkan air biasa sekitar 500-700ml.


Cara Membuat :

  1. Cabe, bawang merah, bawang putih, laos, jahe, ketumbar dihaluskan dengan cara diulek atau menggunakan blender. Kemudian ditumis dengan minyak goreng secukupnya. Akan tetapi, jika bumbu dihaluskan dengan blender, bumbu digoreng tanpa minyak untuk menghilangkan sedikit air yang digunakan untuk memblender. Baru kemudian ditambahkan minyak goreng.
  2. Bumbu ditumis sampai keluar aroma yang harum
  3. Masukkan santan enceer, daun ketumbar, dan bumbu rendang kering
  4. Masukkan daging
  5. Tambahkan sedikit gula dan garam
  6. Masak dengan api kecil hingga daging menjadi empuk
  7. Tambahkan santan kental
  8. Masak sambil diaduk supaya tidak gosong sampai santan menjadi kering dan keluar minyak.
  9. Jika sudah keluar minyak, angkat dan rendang siap disajikan

Selasa, 09 Desember 2008

Mimpi-Mimpi Lintang Maryamah Karpov

Tetralogi laskar pelangi memang novel yang sangat mengesankan

penulisannya sangat mudah dipahami

Akan tetapi, pad novel yang terakhir, aku merasakan ada sesuatu yang menganjal

Kenapa cuma berakhir seperti tiu

Apakah nanti akan dibuat novel nya lagi???Siapa tahu.......

Tapi aku masih bingung, apakah cerita pada buku ke empat tersebut nyata atau fiksi

Aku suka Ketiga buku yang pertama, tapi untuk buku ke empat aku kurang suka endingnya

Ikhlas

Ikhlas.............

Kenapa ya terkadang sulit sekali untuk iklas dalam menjalankan atau memberikan sesuatu

Padahal sudah berusaha mencoba tuk ikhlas

Mudah berkata ihklas tapi kenapa tetap sulit dilakukan

Aku salut kepada mereka yang bisa ikhlas

Andai aku bisa seperti itu