Aagym: "Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya" (Qs Ath Thalaq:3) tawakkal adalah ikhtiar tertinggi.
PARADISA
WELCOME TO PARADISA NETWORK
Kami merupakan Media Saring berbagai ilmu yang tentunya bermanfaat bagi kita semua
Laman
Jumat, 24 Mei 2013
Kamis, 23 Mei 2013
Selasa, 21 Mei 2013
Minggu, 19 Mei 2013
Mengenal Ilmu Penyakit Tumbuhan
penyakit (pe.nya.kit) menurut kamus besar bahasa indonesia adalah [n] (1) sesuatu yg menyebabkan terjadinya gangguan pd makhluk hidup; (2) gangguan kesehatan yg disebabkan oleh bakteri, virus, atau kelainan sistem faal atau jaringan pd organ tubuh (pd makhluk hidup); (3) ki kebiasaan yg buruk; sesuatu yg mendatangkan keburukan: suka membual itulah yg menjadi -nya; mobil ini banyak -nya; (4) kas kurang ajar (kata afektif dl makian); bangsat:-, pergi kau
Di dalam istilah tumbuhan, penyakit dapat di artikan sebagai penyimpangan perkembangan tumbuhan yang mempengaruhi fisiologinya dan mengurangi nilai ekonomi atau nilai estetikanya (Semangun, 1996). Sedangkan menurut Agrios (2005), Penyakit di definisikan sebagai setiap gangguan fungsi pada sel dan jaringan inang yang merupakan hasil dari gangguan secara terus-menerus oleh patogen, faktor lingkungan, dan mengarah menjadi perkembangan gejala.
Ilmu yang mempelajari mengenai penyakit tumbuhan disebut juga Fitopatologi. Fitopatologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata phyton, pathos, dan logos). Phyton berarti tumbuhan, pathos berarti sakit atau menderita dan logos berarti berbicara, ilmu atau pengetahuan.
Penyakit pada tumbuhan dapat disebabkan oleh 2 hal yakni faktor biotik dan faktor abiotik. Faktor biotik artinya penyakit disebabkan oleh adanya infeksi dari patogen dan bersifat infeksius (menular). Patogen berasal dari bahasa Yunani, yakni pathos yang berarti menderita atau iritasi dan genesis yang berarti asal. Patogen dapat berupa jamur, bakteri, virus, nematoda, parasit, protozoa. Sedangkan faktor abiotik artinya penyakit disebabkan oleh kondisi lingkungan dan bersifat tidak menular. Faktor abiotik dapat berupa temperatur, kelembababn tanah, intensitas cahaya, oksigen, polusi udara, kekurangan hara, keracunan mineral, dan pH tanah.
Sumber:
Agrios, G.N. 2005. Plant Pathology (Fifth Edition). Elsevier Academic Press. United States of America
Kamus besar bahasa Indonesia. Diakses dari pada tanggal 19 Mei 2013
Semangun, H. 1996. Pengantar Ilmu Penyakut Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Pindang Tulang Iga Sapi
Dari kemarin-kemarin tu, saya kepingin banget makan pindang Iga, kebetulan juga waktu saya membeli daging sapi di toko langganan saya, tulang iga sapi masih ada. Biasanya jarang banget saya bisa dapet. Setiap kali kesana pasti kehabisan. Trus pagi-pagi, sms mama di bangka untuk menanyakan resep Pindang tulang iga. This is my first time memasak pindang iga loh,,,,Berbekal sms, ya semua bahannya dikira-kira aja. Ternyata enak, asam manis pedas dan asinnya pas. Walaupun rasanya nggak seenak buatan mamaku,,,hehehehehehe. Tapi tetep mantap kok rasanya
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
1. 1 kg Tulang Iga sapi
2. 10 buah Cabai merah keriting
3. 1 ons bawang merah
4. 4 butir bawang putih
5. jahe
6. kunyit
7. laos/lengkuas
8. 2 buah serai
9. 3 lembar daun salam
10. Tomat di potong menjadi 4 bagian
11. Kubis
12. Daun bawang
13. Cabai keriting hijau biarkan utuh
14. Asam jawa
15. 2 sdm Kecap manis
16. Gula
17. Garam
Cara membuatnya
1. Rebus tulang iga sapi hingga empuk (kaldu jangan dibuang)
2. Haluskan cabai merah keriting, bawang merah, dan bawang putih. Jangan terlalu halus, biarkan sedikit kasar
3. Jahe, kunyit, Laos dan serai di gepruk.
4. Tumis bumbu halus dan masukkan jahe, kunyit, laos, serai dan daun salam. Tumis hingga harum.
5. Asam jawa dicampurkan dengan air. Air asam jawa dimasukkan ke dalam tumisan.
6. Masak sebentar
7. Campuran tumisan bumbu dan air asam jawa dimasukkan ke dalam rebusan tulang iga sapi.
8. Tambahkan kecap manis
9. Tambahkan gula dan garam sesuai dengan selera.
10. Masukkan tomat, daun bawang, kubis, daun bawang, dan cabai keriting hijau. Masak hingga agak layu
Mudahkan,,,Oh ya, aku tadi merebus Iganya 1 jam itu masih belum empuk. Kalau temen-temen mau mencoba, waktunya agak dilamain aja. Biar tambah empuk dan kaldu tulangnya tambahn enak. Selamat mencoba ya
Sabtu, 18 Mei 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
