Alhamdulillah pagi ini, berkat silaturahmi via chatting di FB saya mendapatkan nasihat pengingat bagi diri saya yang lalai ini dari salah satu sahabat. Sahabat ini merupakan salah satu teman angkatan pada waktu saya menyelesaikan pendidikan pasca sarjana. Mas Ikbal namanya. Awalnya cuma dari menanyakan kabar dan kegiatan saya. Saya pun bercerita kalau saya saat ini kerjaannya ibu rumah tangga sambil hunting-hunting kerjaan. Saya juga cerita, biasanya aktifitas seabrek tapi sekarang vakum ya rada sedikit aneh juga. Suka bingung kalau mau ngapain. Trus dia menanggapi "gpp... justru ngurus rumah tangga tuh pahalanya selangit... klo ga bisa dilihat di dunia, nnt di akherat akan di dptkan. istriku ibu rumah tangga koq. Justru seorang ibu, itu guru terbaik bagi anak-anaknya. Buat aktifitas dlm rumah, menjahit, buat kue dll."
Dia juga menyarankan saya untuk jangan terlalu sering Online karena banyak godaaannya, banyak setannya, jadi musti hati-hati. Iya sih, karena nggak ada aktifitas setelah menyelesaikan kerjaan rumah tangga, saya sering beralih ke online untuk mencari kesibukan. Contohnya bulan ini aja, dah beberapa tulisan berisikan pengalaman pribadiku, ku postingkan.
Dia juga bilang "jgn takut tdk dapat kerja (keduniaan), yg pntg dah ada suami cari nafkah... suami manapun pasti senang kalo istrinya aktifitas byk di rumah, suami, rumah, anak dan smua2nya terawat...makanya jangan heran kalau istri soleha itu masuk syurga 500 thn duluan daripada suaminya...dan dia akan menjadi RATU bidadari di syurga"
Saya sih setuju banget dengan pendapatnya karena suami saya juga berpikiran seperti itu bahwa keluarga dan pendidikan anak yang utama. Suami sebenarnya lebih senang jika saya tidak bekerja dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk keluarga. Tapi beliau juga tidak pernah melarang saya untuk bekerja asalkan waktunya tidak terporsir untuk pekerjaan.
Nasihat dari mas ikbal sebenarnya sudah saya mengerti dari dulu. Cuma dikarenakan kebutuhan akhir-akhir ini, ada rasanya niat untuk meringankan beban suami dan membantu orang tua saya. Sehingga keinginan untuk mendapatkan kerja, akhir-akhir ini semakin meningkat. Oleh karena itu, saya pun mencari kerja tidak diluar Jawa tapi tetap yang dekat dengan suami. Saya merasa sangat beruntung memiliki sahabat yang dikirimkan oleh Allah SWT untuk mengingatkan saya lagi tentang hal yang lebih utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar