Saya Berubah???
Tulisan ini sebenarnya sudah lama banget pengen saya posting. Cuma belum sempet-sempet. Nah, Mumpung sekarang lagi ada waktu luang, ya saya coba sempatkan
Banyak yang bilang saya berubah setelah mondok selama 1 bulan di salah satu Pesantren di Bandung. Banyak komentar yang muncul setelah saya tidak menggunakan celana jins lagi, tidak hijab'ers lagi, tidak menggunakan kemeja atau baju lagi ketat lagi, dan tidak memakai make up. Banyak tatapan-tatapan aneh saat saya mulai memakai gamis, jilbab yang gede, tidak bersalaman dengan lawan jenis yang non muhrim. Ya, saya mencoba terima komentar dan tatapan itu. Awalnya berat tapi lama-kelamaan, saya terbiasa dengan komentar dan tatapan-tatapan aneh tersebut.
Saya sebenarnya nggak berubah sih, saya masih aktif di facebook, blogger, Whatsupp, Line, We chat, Twitter, dan sebagainya seperti orang-orang yang lain juga. Bedanya dulu saya nggak memiliki ilmu, nggak memiliki dasaran. Tapi setelah 1 bulan saya menimba ilmu disana, banyak ilmu yang saya pelajari seperti bagaimana berbusana dan berjilbab yang syari menurut al quran dan hadist yakni menutup seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Saya tidak bersalaman bukan karena saya tidak menghormati yang bersangkutan. Saya tidak bersalaman dengan lawan jenis dan non muhrim ya karena memang ada larangannya dalam Al-Quran dan ada hadistnya juga. Oleh karena itu, saya bersalaman saya hanya menangkup kedua tangan saya didepan dada tanpa menyentuh tangan teman yang bukan muhrim saya. Kalau sama teman cewek ya saya masih menjawab tangan mereka kok.
Saya masih suka pake make-up tapi ya cuma di depan suami aja karena ya wanita di sunnah kan untuk tampil cantik di depan suami yang tujuannya untuk menyenangkan hati suami. Saya juga kalau ada kondangan dan wawancara juga pake make up. Make upnya yang tipis, sederhana, sewajarnya, dan tidak berlebihan, tapi niatnya bukan untuk menarik perhatian orang lain. Tapi niat saya ya cuma karena Allah suka keindahan dan menjaga nama baik suami. Loh maksudnya jaga nama baik suami?? Pasti pada herankan apa maksudnya. Maksudnya biar suami nggak minder saat temen-temannya membicarakan istri masing. Alhamdulillah, kalau suami saya termasuk orang yang cuek, malahan nggak terlalu sewot kalau saya nggak dandan. Malahan dia lebih senang kalau saya tampil alami, apa adanya.
Saya dulu suka facebook, blogger, Whatsupp, Line, We chat, Twitter, dan sebagainya. Awalnya tujuannya dulu sih cuma mau sok eksis. Biar dikenal sama orang. Tapi sekarang karena sudah ada ilmunya saya masih facebookan, blogger, Whatsupp, Line, We chat, Twitter, dan sebagainya niatnya bukan mau eksis lagi melainkan silaturahmi dengan teman-teman aja. Silaturahmi di dalam islam kan dianjurkan. Silaturahmi kan bisa mempererat tali persaudaraan dan malahan bisa memperpanjang umur. Selain ajang silaturahmi, saya eksis di media sosial juga biar bisa sekalian dakwah. Walaupun dakwahnya bukan dakwah yang kayak ustad dan ustazah gitu. Cuma ya posting nasihat-nasihat yang mungkin dirasa bermanfaat karena saya sadar ilmu saya masih sedikit dan iman saya juga masih suka naik-turun.
Jadi, apa yang berubah dari diri saya? Bedanya antara sekarang dan dulu hanya dasaran yang saya gunakan dalam menjalankan kehidupan saya. Dulu saya tidak menggunakan ilmu, sekarang saya hanya memanfaatkan ilmu yang sudah saya dapatkan. Apa yang saya lakukan sekarang, saya usahakan hanya karena Allah dan berdasarkan Al Quran dan hadist.
Oh ya, Mohon maaf karena saya tidak mencantumkan ayat dan hadist karena jujur saya masih belum hapal. Tapi temen-temen bisa kok searching di internet karena banyak yang membahas tentang masalah tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar